Hai Conservationmate! Sudah tahu kan jika tuan rumah kita pada HKAN tahun 2020 kali ini adalah Taman Nasional Kutai @tn_kutai. Kali ini kita ada Talkshow mengenai sejarah dari Taman Nasional Kutai yang berada Kalimantan Timur.
Talkshow Sejarah Taman Nasional Kutai menghadirkan narasumber yaitu Sejarawan Konservasi Alam Indonesia, Pandji Yudhistira, Muhammad Sarip, Masyarakat Sejarawan Cabang Kalimantan Timur, dan mantan Kepala Balai Taman Nasional Kutai sebelumnya, yaitu Tandya Tjahjana, Asep Sugiharta, dan Erli Sukrismanto.
Sejarah Taman Nasional Kutai pada talkshow ini diceritakan oleh Pandji Yudhistira, Pandji menjelaskan secara komprehensif, bagaimana awal mula pembentukan Taman Nasional Kutai yang merupakan usulan dari Perhimpunan Konservasi Alam Hindia Belanda dimana usulan ini merupakan hasil dari penelitian botani di Kalimantan untuk melindungi Orangutan, kera hidung Panjang, Badak, dan Banteng. Kemudian usulan tersebut disetujui oleh Direktur Urusan Ekonomi Hindia Belanda, yang kemudian dibentuklah Suaka Margasatwa Kutai Timur.
Pandji juga menceritakan tentang Sultan Kutai ke-20, Sultan Aji Muhammad Parikesit, yang menghibahkan tanah hutan Kerajaan Kutai untuk dijadikan Suaka Margasatwa Kutai Timur seluas 300.000 hektar merupakan peran penting dalam pembentukan Suaka Margasatwa Kutai Timur.
Asal mula nama Kutai yang ternyata merupakan kombinasi dari kata “tupai”, “petai”, “pantai”, dan “kumpai/alang-alang” yang dijelaskan oleh Muhammad Sarip, yang menyampaikan tentang Literasi Sejarah Kutai.
Mantan-mantan Kepala Balai Taman Nasional Kutai, yaitu Tandya Tjahjana, Asep Sugiharta, dan Erli Sukrismanto bergantian bercerita tentang pengalamannya dalam mengelola Taman Nasional Kutai, mulai dari karakteristik hingga permasalahan yang terdapat di Taman Nasional Kutai.
Selamat hari konservasi alam nasional..
Semua kegiatan rangkaian peringatan puncak HKAN 2020 dilaksanakan dengan protokol COVOD-19 yang ketat